♥ FILSAFAT SURAH AL-IKHLAS ~ KETULUSAN ♥

♥ FILSAFAT SURAH AL-IKHLAS ~ KETULUSAN ♥
    {{{ Ayatullah Haji Sayyid ALi Khamenei }}}
~♥ WALAMYAKULLAHUKUFUAN AHAD ~ ” Dan tidak ada yang dapat dibandingkan dengan-Nya ”
             Dia tidak dapat dibandingkan dengan siapa pun, atau apa pun juga dan tiada seorang pun dapat dijumpai sebagai lawan atau sekutu bagi-Nya. Tidaklah mungkin membagi wilayah pengaruh atau kerajaan-Nya, yang meliputi semesta alam, antara Dia dan sesuatu lainnya yakni memandang sebagian dari dunia atau separuh kehidupan manusia menjadi milik Allah dan sisanya menjadi milik selain-Nya. Atau menjatahkan dari sebagian alam semesta dan bumi manusia antara Dia dan selain-Nya, antara Tuhan-Tuhan yang  hidup dan Tuhan-Tuhan yang mati, atau menyerahkannya kepada para pengklaim palsu terhadap ketuhanan dan kekuasaan.
             Sebagaimana namanya, isi surat ini merupakan hakikat Surah Tauhid. Falsafah Tauhid dijelaskan dalam beragam penekanan dan gaya bahasa yang berbeda dalam ratusan surah Al-Quran. Surah ini secara tegas menyangkal dan menolak pemikiran syirik yang menggelikkan dan lazim pada masa itu. Surah ini secara tegas menyangkal dan menolak semua pengklaim palsu ketuhanan sampai ayat terakhir dari kitab suci Al-Quran. Surah ini mengintrodusir sifat-sifat Tuhan, yang dari sudut pandang Islam memang berhak dan patut dipuji dan disembah tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh seluruh umat manusia yang hidup di dalam kerajaan-Nya.

 

              Di sisi lain Surah ini mengingatkan para pengikut ajaran tauhid dan orang-orang beriman, agar tidak gemar dan terlarut ke dalam perdebatan tentang konsepsi dan rasionalitas sifat-sifat dan hakikat Tuhan, yang akan menghantarkan mereka kepada keragu-raguan dan godaan berbahaya, sebaliknya mereka harus mencari dan mengingat Allah dengan ayat-ayat pendek, untuk menghindarkan diri dari para pengklaim palsu terhadap ketuhanan dan perbincangan tiada guna. Mereka semestinya merenungkan komitment-komitment yang terdapat dalam akidah Tauhid.
             Jangan berpikir melampaui batas tentang Hakikat Tuhan dan pengetahuan akan sifat-sifat-Nya sebagaimana telah ditegaskan dalam surah ini. Tentulah, kosentrasi seharusnya dicurahkan pada pelaksanaan amal perbuatan, yang pada akhirnya akan memberikan pencerahan bagi orang beriman untuk lebih yakin mengenal Allah.
              Jangan berfikir dengan menyibukkan diri dalam perdebatan panjang mengenai Hakikat-Nya anda akan memperoleh pencerahan. Tidak demikian!. 

Sebaliknya, cobalah memperoleh pencerahan yang dirindukan ini dengan menjalani penyucian dan spiritualitas batin Anda dengan mengejewantahkan prinsip-prinsip Tauhid dalam amal dan tindakan anda. Dan itulah jalan para nabi, para wali, para hamba Allah yang saleh, para penganut ajaran Tauhid murni dan para orang-orang arif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s